Langsung ke konten utama

Asyik Selfie, Dua Cewek Ini Tewas Ditabrak Pesawat



Dua gadis remaja Meksiko tewas dalam insiden mengerikan, di mana pesawat menabrak mereka saat berpose untuk video selfie di sebuah lapangan udara. Insiden horor ini terjadi di Kota Chinipas di Chihuahua, Sabtu pekan lalu.

Nitzia Mendoza Corral, 18, dan Clarissa Morquecho Miranda, 17, nekat berdiri di belakang sebuah truk pick-up, di lapangan udara, meskipun sudah diperingatkan oleh orang-orang terdekat. Clarissa adalah seorang siswa SMA, sedangkan Nitzia mahasiswi baru yang belajar ilmu hukum di Navojoa, Meksiko.

Peristiwa terjadi usai pagelaran pacuan kuda. Kedua sahabat tersebut sebelumnya telah mengambil foto selfie di belakang truk. Mereka kemudian berdiri di truk untuk tampilan yang lebih baik. Tapi, karena kondisi lingkungan begitu bising, mereka tidak mendengar ada pesawat yang mendekat.

Media lokal melaporkan bahwa mereka berdua ditabrak pesawat dan tewas seketika. “Kedua perempuan muda berdiri di sebuah truk pickup dan mengambil gambar tetapi mereka tidak menyadari bahwa pesawat itu mendarat dan sayap pesawat menghantam mereka di kepala, yang menyebabkan kematian mereka,” tulis IB Times, Kamis (30/3/2017) mengutip laporan media lokal.

Identitas pilot belum dirilis. Belum ada penjelasan bagaimana pesawat itu terbang begitu dekat dengan kendaraan. Tapi, kantor jaksa Meksiko sedang menyelidiki insiden ini.

Sepupu Clarissa, Elena Morquecho Miranda, menulis di Facebook untuk mengungkapkan dukacitanya. ”Anda sekarang malaikat cantik berusia hampir 17 tahun dan Anda dengan Tuhan, mengawasi kami dan melindungi kami dari segala kejahatan, gadisku, saya akan merindukanmu selamanya...,” tulis dia.

Insiden ini adalah yang terbaru dalam sederet kasus kematian terkait selfie di seluruh dunia. Berbagai korban telah bejatuhan akibat selfie di tempat berbahaya, seperti di tebing, air terjun, hingga di dekat rel kereta api.

Setidaknya sudah 127 orang tewas dalam dua tahun terakhir saat mengambil foto selfie. Separuh dari angka kematian itu terjadi di India.

(mas)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…