Langsung ke konten utama

Malaysia Yakin Menang Lawan Korut Jika Dibantu Pasukan Khusus dari Indonesia

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein pada Senin (13/3/2017) mengklaim negaranya mampu perang lawan Korut dengan bantuan sekutu. Foto / The Star


Malaysia mengklaim mampu melawan Korea Utara (Korut) dengan sedikit bantuan sekutunya. Klaim itu disampaikamn Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin  Hussein, Senin (13/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki keunggulan tersendiri dan akan mampu bergerak maju dalam situasi seperti perang dengan Korut.

”Kita tidak bisa melawan negara seperti Korut (dengan) diri kita sendiri, yang sedang berfokus pada begitu banyak aset pertahanan,” katanya.

”Tapi, kami memiliki keunggulan yang akan memungkinkan kami untuk bergerak maju, jangan berpikir kami hanya bergantung pada aset kami sendiri,” ujar dia.

“Namun, lebih baik jika kita bergerak ke sana,” lanjut Menhan Hishamuddin.

Malaysia yakin banyak negara menjadi sekutunya jika terjadi sesuatu. Hishamuddin mencontohkan dalam kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, ada 26 negara yang bergerak untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

”Kami punya hubungan sangat baik dengan Indonesia, salah satu negara yang ditakuti bahkan oleh China dan Amerika. Itu adalah keuntungan kami, jadi jangan khawatir tentang begitu banyaknya aset di negara kita,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat Perdana Menteri Najib Razak ini menambahkan bahwa kematian Kim Jong-nam—kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un—di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) tidak sebesar seperti isu-isu internasional lainnya yang sedang berlangsung.

”Anda harus melihat ini dengan sudut pandang yang adil,” pintanya. Pembunuhan Kim Jong-nam telah memicu perselisihan kedua negara. Malaysia telah mengusir Duta Besar Korut dan dan menarik pulang duta besarnya dari Pyongyang.

Sementara itu, Korut juga telah melarang warga Malaysia meninggalkan negara itu. Hingga hari ini, masih ada sembilan warga Malaysia yang masih telantar di Korut. Sebagai balasan, Kuala Lumpur juga melarang warga Korut di Malaysia untuk meninggalkan negara tersebut.

(mas)

Komentar

  1. Biarin ja malaysia sendirian lawan korut. Indonesia ga ikut ikut.
    Kpn mlaysia songong juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Pemikiran yg bodoh, bagaimanapun mlaysia itu ibaratkan adik kandung indonesia.
      Lihat ketika aceh di ancam oleh kelompok budha garis keras myanmar, malaysia negara pertama yg siap membantu.

      Hapus
    3. Malaysia tidak butuh Indonesia. Dia sekutunya banyak..bs Amerika atau Inggris. Lagipula kasus ini juga pelakunya melibatkan WNI. Jd otomatis masalah ini jg jd masalah Indonesia.

      Hapus
    4. Masalah sm Korut akan menjadi masalah Indonesia jg,karena salah satu pelaku adlh WNI. Ketahuilah banyak sekali WNI yg berulah di negara Malaysia..merepotkan!

      Hapus
  2. Biar bagaimanapun, Malaysia tetap adik kandung kita...
    Indonesia tetap punya kewajiban membantu saudara kandung, apalagi adik kandung kita sdh minta tolong...

    BalasHapus
  3. sikat kita perang bersama basmi komunisme dari asia setelah korut tiongkok runtuhkan komunismenya.....

    BalasHapus
  4. Hmmm ...., oke pak cik..., permntaan anda menjadi pertimbangan
    Tapi sesudah perang selesai, anda masih ada niat gak untuk mencaplok wilayah NKRI ...
    Hheehee...

    BalasHapus
  5. sesama negara serumpun jangan saling mendahului..

    BalasHapus
  6. Indonesia malaysia saudara serumpun seaqidah...insyaa Alloh indonesia siap membantu saudara seaqidahnya...aamiin

    BalasHapus
  7. Kuat bersama Indonesia dan Malaysia....

    BalasHapus
  8. Kalau itu terjadi saya yakin negara kita siap membantu kalian wahai saudaraku..Allahu Akbar, bersama kita perangi komunis

    BalasHapus
  9. Saya Bangga jika Indonesia - malaysia terus bersatu dalam Se Akhidah dan Seiman.
    Kami muslim senang dengan Pernyataan mengedepankan indonesia sebagai negara sahabat yang baik.

    BalasHapus
  10. Mantap...malaysia saudara kandung kita juga

    BalasHapus
  11. Jika korea berani melawan malaysia..
    Wahai sodara kami dmalaysia..jemput kami org Aceh...biar kami duluan yg maju...km tak prnah takut pada kafir laknatillah.

    BalasHapus
  12. Indonesia, Malaysia, Brunai Darusaalam, Singapore, ayo kita saling membantu, karena kita seaqidah dan serumpun.. Siapa Yang tersakiti harus dibantu.. Inilah awal kebangkitan negara2 muslim di Asia.

    BalasHapus
  13. Malaysia adalah Tanah Melayu keturunan Bugis, Minang, Jawa kan dari dulu satu negara sama kita dalam Sriwijaya dan Majapahit alias Nusantara, ayo sikat Korut...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…