Header Ads

Mobil Berisi Satu Keluarga Ditembaki, Kapolres Tak Bisa Dihubungi, Wakilnya Bungkam




Satu rombongan keluarga yang sedang melintas dengan mobil Honda City berwarna hitam ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut saksi mata, mobil diduga sempat terlibat kejar-kejaran dengan anggota polisi. Mobil ini diduga ditembaki setelah menerobos razia yang digelar oleh sekitar jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau.

Satu orang tewas atas nama Surini, sedangkan empat orang dewasa lainnya dan satu anak mengalami luka tembak, dan satu anak lainnya dalam keadaan selamat. Para korban sudah dibawa ke RS Siti Aisyah.

Namun, hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polres setempat.

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ali Rojikin yang ditemui di RS Siti Aisyah enggan berkomentar. Dia hanya meminta awak media untuk mencari konfirmasi langsung dari Kapolres Lubuklinggau.

"Silakan tanyakan langsung dengan Kapolres ya. Nanti Kapolres yang akan menjawabnya," ujarnya, Selasa.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga diketahui sedang dalam perjalanan dari Palembang ke Lubuklinggau. Tak ada jawaban saat wartawan menghubungi nomornya sampai berita ini diturunkan.

Penembakan diduga terjadi setelah mobil yang membawa satu keluarga itu ngebut dan menerobos razia yang digelar polisi. Mobil tersebut pun disebut sempat terlibat kejar-kejaran dengan aparat kepolisian.

Salah satu keluarga korban, Purwanto (48), warga Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menuturkan,‎ dia mendapatkan informasi melalui telepon bahwa keluarganya tersebut mengalami musibah di Lubuklinggau.

"Mereka berangkat pagi mungkin, ndak tau jam berapa. Dari Blitar mau undangan ke Muarabeliti," ujar Purwanto saat ‎diwawancarai di RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

Awalnya, dia menduga terjadi kecelakaan. Namun, dia kaget karena ternyata terjadi penembakan.

"Begitu saya sampai ke sini kok aneh. Saya tanya sopir, si Diki (sopir), dia masih sadar dan bilang 'saya ketembak, Pak Lik' (saya kena tembak paman). Katanya, 'saya tembus ini'. Saya tanya, 'kenapa bisa begini'. Dia bilang 'karena terobos'. Nah, saya enggak tahu nerobos apa. Apa razia atau lampu merah saya enggak tahu, informasinya batas itu saja," ujar Purwanto. (kompascom)


Tidak ada komentar