Langsung ke konten utama

Netizen Ini Bongkar Janji Palsu Presiden di Papua, Masih Mau Pamer Foto Palsu?



Pembangunan Jalan Trans Papua yang digadang-gadangkan Presiden Jokowi masih sangat jauh dari harapan. Sebelumnya, para buzzer sang Presiden dengan bangganya memposting foto-foto palsu yang diberi judul jalan Trans Papua.

Sekedar informasi, jalan Trans Papua ini dirintis dan dibuka oleh TNI. Tapi hingga kini belum ada kelanjutan dari pemerintah.



Nih jalan Trans Papua jarak 470 km di tempuh 3 hari 3 malam belum temhus
Anda masih merasa lebih baik?... Lha wong ngurus yg sudah ada saja tidak terbukti !!!! Lha kok malah pamer gambar jl trans papua yg masih rencana :-P

Sebelumnya, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai juga pernah mempertanyakan program pembangunan Pemerintahan Presiden Joko Widodo di Tanah Papua.

Natalius Pigai mengungkapkan, terkait dengan berbagai program insfrastruktur yang disampaikan Pemerintah Jokowi di Papua hanya klaim semata,

"Sebagai komisioner Komnas HAM saya melihat situasi dan mempelajari, ternyata perlu saya sampaikan kepada Bapak Jokowi dan Pak Luhut (Luhut B. Pandjaitan-Menko Polhukam), tanpa bermaksud mengurangi kehormatan Bapak. Saya hanya menginformasihkan hasil kerja sebelumnya Bapak memimpin. Dimana hasil kerja Bapak? Bukankah Bapak hanya mengklaim saja?" ungkap putra asal Papua ini dalam keterangan resminya yang dikirim ke redaksi, beberapa waktu lalu.



Natalius Pigai menjelaskan, klaim Pemerintah sekarang adalah hasil kerja Pemerintah sebelumnya. Dalam rangka mengatasi Permasalahan infrastruktur Jalan dan Jembatan di wilayah Provinsi Papua, Pemerintah sebelumnya telah menargetkan 11 ruas jalan strategis dan prioritas Provinsi Papua 2010-2014 yaitu tujuh ruas jalan strategis dan empat ruas jalan prioritas. Untuk pembangunan 11 ruas jalan strategis dan prioritas itu membutuhkan dana sebesar Rp 9,78 triliun.

Pembangunan tujuh ruas jalan strategis itu adalah: Nabire-Waghete dan Enarotali (262 km); Jayapura-Wamena dan Mulia (733 km); Timika-Mapuru Jaya dan Pomako (39,6 km); Serui-Menawi dan Saubeba (499km); Jayapura-Sarmi (364 km); Jayapura, Holtekam batas PNG (53 km); Merauke Waropko (557 km), dengan total 2.056 km. Sementera itu empat ruas jalan prioritas sebanyak 361 km; Depapre-Bongrang, Wamena-Timika-Enarotali, dan Ring Road Jayapura. Provinsi Papua Barat: 4 Ruas Jalan, Sorong-Maknon-Mega sepanjang (88 km), Sorong-klamono-Ayamaru-Kebar-Manokwari (606,17), Manokwari-Maruni -Bintuni (217,15), Fak-Fak-Hurimbe, Bomberai (139,24).

Menurut Natalius Pigai, salah satu moda transportasi yang sangat vital di Papua adalah moda transportasi udara. Pada saat ini, di Papua terdapat 300 buah lapangan terbang perintis, dan hanya dilayani oleh lima buah pesawat Merpati buatan 1975 sampai terhenti 2013. Sehingga saat ini tidak lebih dari lima buah perusahaan swasta yang melayani mobilitas barang dan jasa.

"Saya mau tanya, mana pengembangan insfrastruktur strategis dan prioritas Jokowi 2015-2019 di Papua, mungkin juga di Indonesia? Rakyat Indonesia mempunyai hak untuk mengetahui (right to know), itu dijamin UU nasional," tukasnya. [rus]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…