Header Ads

Awalnya Berfoto Tak Nampak Kepala, Pekerja SPBU Terlindas Truck, Kepala Pecah




Kejadian tragis terjadi di SPBU 14.250.160 yang berada di Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam. Risnawati boru Sembiring (19) yang baru 6 bulan bekerja di SPBU tersebut tewas menggenaskan dengan kondisi kepala pecah akibat terlindas truck colt diesel BK 7208 KM bermuatan batu bata yang dikemudikan Suwarno (40) warga Batu Lapan, Kecamatan Pagar Merbau pada Selasa (16/5).

Awalnya mobil truck colt diesel bermuatan batu bata itu memasuki kawasan SPBU di jalur 2 untuk mengisi bahan bakar Bio Solar. Saat itu Risnawati lah yang melakukan pengisian. Tragis nya, usai melakukan pengisian di SPBU itu korban langsung duduk dikursi yang dekat dengan mesin pengisian bio solar.

Sedangkan mobil truck bergerak perlahan meninggalkan lokasi kejadian dan hendak mengarah ke Medan untuk mengantar pesanan batu bata. Entah bagaimana tiba-tiba saja kursi yang diduduki korban bergeser dan korban langsung terjatuh diantara roda depan dan belakang truck. Korban pun langsung terlindas ban belakang dibagian kepalanya dan seketika itu tewas.

Karena mendengar teriakan orang yang berada di lokasi itu, pengemudi truck langsung menghentikan laju trucknya. Korban anak pertama dari tiga bersaudara dan berdomisili di Kampung Bawang, Desa Cingkes, Kabanjahe itu tewas menggenaskan dilokasi kejadian.

Situasi pun langsung mendadak heboh dan menjadi perhatian warga sekitar maupun yang melintas di Jalan Umum Galang-Lubuk Pakam, Dusun III ,Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam. Tak lama mendapat informasi kejadian itu personil Sat Lantas Polres Deliserdang datang kelokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian serta mengevakuasi korban ke RSUD Deliserdang.


Berfoto Tak Nampak Kepala

Sebelum kejadian tragis itu menimpa korban, Mila (19) teman sekerja korban kepada wartawan bercerita. Saat difoto sebanyak tiga kali dengan hp, beberapa teman korban sempat heran karena kepala korban tak kelihatan. Namun saat itu tidak dipedulikan mereka.

Bahkan korban sempat berpesan kepada teman teman sekerjanya agar selalu menjaga kebersihan kamar mess tempat tinggalnya. “Kami sempat berberapa kali berfoto tapi selalu tak nampak kepalanya. Tapi selalu kami hapus dan pindah lokasi tanpa dia (korban),” sebut Mila.

Sementara informasi lain diperoleh, korban yang baru 6 bulan bekerja di SPBU itu merupakan penopang keluarga. Sebab setiap bulan usai mendapat gaji dirinya selalu mengirim sebagian gajinya untuk orangtuanya agar bisa membantu adiknya yang masih sekolah. “Dia itu orang baik,apalagi sama keluarganya”, ujar teman teman korban saat disambangi di SPBU.

Kasat Lantas Polres deliserdang AKP Saudur Marito Sitinjak membenarkan kejadian itu dan mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap supir dan saksi lainnya. (met)


Tidak ada komentar