Langsung ke konten utama

Dua Pelajar Digrebek Nyaris Bugil di Warnet, Eh... Malah Diperas dan 'Ditindih' sama Oknum Polisi



Seorang oknum polisi yang bertugas di Satnarkoba Polres Nias,  dilaporkan atas tuduhan pemerasan dan pemerk0saan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun alias anak baru gede (ABG). Laporan itu diterima Polres Nias setelah oknum polisi tersebut menggerebek sepasang remaja yang tengah berduaan di warnet.

“Oknum polisi itu Brigadir D, sementara gadis tersebut berinisial S dan laki-lakinya berinisial R. Keduanya berusia 16 tahun,” kata Wakapolres Nias, Kompol Herwansyah, Selasa (2/5).

Herwansyah mengatakan kejadian itu bermula Selasa (25/4) lalu. Saat itu, ada laporan masyarakat tentang pengguna narkoba di salah satu warnet yang ada di Nias. Petugas yang mendapat laporan tersebut kemudian menuju ke lokasi.

“Petugas Satuan Narkoba ke sana, ternyata tidak ditemukan pengguna narkoba. Kemudian ditemukan kedua remaja itu diduga mengakses situs porno,” ujarnya.

Saat dicek, kedua remaja itu sudah menurunkan celana masing-masing. Polisi yang mendapati hal tersebut kemudian hendak membawa mereka ke kantor polisi.

“Namun, dugaannya, mereka minta tolong agar tidak dibawa ke kantor. Kemudian mereka keluar dan keduanya itu mengiming-imingi uang kepada petugas kita,” terang Herwansyah.

Ketika itu, lanjut dia, kedua remaja tersebut hendak memberikan uang Rp1 juta. Namun remaja berinisial S memberikan uang Rp400 ribu. Remaja laki-laki itu akan memberikan sisanya, yakni Rp600 ribu.

“Rp 400 ribu itu diterima oknum polisi. Pada saat bersamaan, polisi mengetahui kejadian itu langsung mengamankan mereka,” imbuhnya.

Dua hari kemudian, remaja putri itu melapor bahwa dirinya telah diperkosa oleh oknum polisi berinisial Brigadir D tersebut.

“Kemudian dilakukan visum remaja putri itu. Hasil visum adalah ada luka lama di kemaluan remaja putri itu. Ada bekas benda tumpul,” katanya.

Kasus tersebut masih didalami oleh Polres Nias. Petugas tengah melakukan pemeriksaan terhadap mereka. (dtn/jpg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…