Header Ads

Hakim Cantik Asal Makassar Ini Bikin Baper, Lihat Foto-fotonya Nih...




Kecantikan dan kesantunannya tidak menjadikan hakim ini mengurangi sikap tegasnya dalam memutuskan sebuah perkara. Namun sebagai seorang wanita, Jumiati Alim tetap punya sisi humanis yang kadang membuatnya menitikkan air mata tatkala kasus yang ditanganinya menyentuh sisi kemanusiaan.

Mata beberapa pengunjung tertuju kepadanya saat FAJAR (Jawa Pos Group) memintanya berpose mengenakan seragam hakim kebesarannya. Di depan kamera, Jumiati Alim tak kalah dengan model yang tengah menghadapi sesi pemotretan. Tetapi nyatanya, dia seorang hakim.

Sabtu itu, Mimy -sapaan akrabnya- meluangkan waktunya berbincang dengan FAJAR di Trans Studio Mall. Jumiati Alim bertugas di Pengadilan Jeneponto. Tetapi, perempuan yang memulai karier sebagai hakim di usia 26 tahun ini, kadang menghabiskan waktu akhir pekannya di Makassar.



Sejak menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Makassar, 2005 silam, Mimy memang memiliki tekad untuk menggeluti dunia hukum. Namun, saat itu bukan hakim. Mimy kepincut jadi pengacara. "Penghasilannya kan lebih banyak dibanding hakim," tuturnya sambil tertawa.

Dia melanjutkan pendidikan strata satu di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Selama kuliah, Mimy banyak menilai kondisi hukum kini. "Sedih lihat Indonesia. Banyak orang yang menilai hukum tidak tegaklah, tidak adillah, dan persepsi negatif lainnya," ujarnya.

Atas dasar itulah, Mimy membanting keinginannya menjadi seorang hakim. "Untuk menegakkannya, berarti saya harus terjun langsung," kata perempuan penggemar bela diri Taekwondo ini.

Setelah dinyatakan lulus sebagai hakim, Mimy bertugas di Pengadilan Negeri Jeneponto sejak 2014 lalu. Dia dilantik menjadi hakim di usia 26 tahun. Ratusan kasus telah ditanganinya. Suka duka menjadi penegak hukum betul-betul telah diselaminya. Mulai dari kasus penganiayaan ringan hingga pembunuhan.



Dari sekian kasus yang pernah diselesaikan, ada satu kasus yang tak pernah dilupakannya. Pada 2015 lalu, dia menjatuhkan vonis hukuman satu tahun delapan bulan penjara kepada lelaki berusia 92 tahun. Usai menjatuhkan vonis, Mimy berderai air mata di luar sidang.

Saya sungguh kasihan. Beliau sudah sangat tua. Namun, hukum tetap ditegakkan. Seorang hakim tidak boleh memperlihatkan emosional saat di persidangan. Saya terus menahan air mata hingga sidang berakhir," ungkap Mimy.

Dia mengungkapkan, upaya suap menyuap memang masih tak lepas dari dunia hukum. Seringkali, dia mendapatkan penawaran itu kala menangani sebuah kasus. Mulai dari pejabat hingga teman dekat.

"Kalau teman dekat, itu sangat berat menolak. Saya hanya bilang, kita lihat saja buktinya nanti di persidangan. Tidak menolak secara langsung. Tapi itu secara halus," ujar perempuan berusia 29 tahun itu.

Kecantikan putri bungsu pasangan Muhammad Alim dan Rospati itu terkadang membuat orang tak percaya saat dia menanggalkan toga hakimnya. Seringkali mendapat godaan sebelum sidang. "Pas di ruang sidang baru kaget. Lah, ternyata hakim," beber Mimy.

Semangatnya tak pernah urung menjalani profesi sebagai hakim. Meskipun perempuan, dia seringkali mendapat intimidasi dari massa sidang. "Demonstrasi, ngamuk, sampai hampir melempar kursi sudah biasa. Ya, saya tetap ingin melihat hukum di Indonesia lebih baik saja," tutur dia. (*/sad/JPG)


Tidak ada komentar