Header Ads

Kisah Brando Mamana, Sang Petarung “TIGER KARO”




The God Only Judge Me adalah salah satu guratan tatto yang menghiasi tubuh petarung muda BRANDO MAMANA P. SIMANJERANG yang merupakan atlit One Pride MMA Indonesia.

Sebagaimana dikutip utuh dari medantoday.com, Sabtu (29/04/2017), fighter kelahiran Tanah Karo di pertandingan terakhir 15 April 2017 berhasil memenangkan pertandingan Strawweight Semifinal melawan Edowar Virnanda. dimenangkan dengan hasil Tapout menggunakan teknik “Guillotine Choke”.

Record pertandingannya saat ini adalah 1 kali kalah dan 2 kali menang, sehingga pertarungannya yang terakhir akan membawanya ke pertandingan FINAL dalam memperebutkan sabuk juara di kelas Straw Weight.

Semangat yang tidak pernah surut terlihat dari motivasi dan perjalanan hidup atlit muda ini, perjalanan hidup yang pahit di dalam mejalanai kesehariaanya sampai umur 23 Tahun saat sekarang memanglah sangat berat, fighter muda ini sama sekali tidak mengenal sosok ayah dalam hidupnya karena ayahnya meninggal waktu dia masih berumur balita, dan beranjak di usia remaja Ibunya juga sudah meninggalkan dia.

Hidup sebatang kara tidak membuat semangatnya luntur, Brando hidup dalam lingkungan keluarga yang broken Home, ayahnya meninggal karena ada masalah dengan ibunya, dan brando adalah satu-satunya anak dari suami ke tiga ibunya sehingga pamannya lah yang ikut membesarkan dia dan memberikan nama MAMANA yang artina PAMAN dalam bahasa karo.

Sepeninggal ayahnya brando tidak pernah dikenalkan kepada keluarga dari mendiang ayahnya dan sampai saat ini dia kehilangan komunikasi dengan keluarga dari pihak ayahnya.

Dalam setiap kesempatan beliau tidak pernak melupakan UIS Karo yaitu BAKA buluh sebagai ciri khas KALAK KARO.

Begitu juga Guratan Tatto yang menghiasi tubuhnya seolah memberikan pesan bahwa hanya Tuhan yang mempunyai hak untuk menghakimi dan menilai kehidupan seseorang.

Dalam menjalani hidupnya anak muda ini juga pernah menjalani kehidupan jalanan yang tidak memiliki araha tujuan hidup, terdengar dari pengakuannya bahwa dulu dia dan teman-temannya pernah hidup di terminal siantar dan sering melakukan tindakan kejahatan salah satunya mencopet.

Hampir setahun BRANDO untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hidup dari hasil kejahatan sampai beberapa kali dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena faktor lingkungan dan keluarga.

Kehidupannya mulai berubah setelah dia menggeluti dunia olahraga dan dipertemukan dengan keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan dan penuh perhatian kepada beliau di kota kabanjahe.

Dari rumah tempat ibadah sampai rumah teman ke rumah teman lain pernah dia tinggali, sampai dia menyelesaikan pendidikan SLTA nya di SMA RK Kabanjahe.

Kehidupan jalanan yang sebelumnya digelutinya masih mempengaruhi karakternya, hobby berkelahi tidak hanya dengan teman sekolah dan dari pihak luar sekolah juga sering dalaminya, tidak jarang lawannya berkelahi jauh diatas usianya, semua karena membela teman pengakuannya.

Dari hobby olahraga dan berkelahilah yang menghantarkan fighter muda ini dapat tampil di One Pride MMA Indonesia, sempat gagal pada pertandingan di pertengahan tahun 2016. Tidak putus asa Beliau mencoba lagi audisi di BATAM untuk bisa ikut dalam kelas Straw weight pada akhir 2016.

Biaya yang tidak sedikit untuk transportasi dan akomodasi beliau peroleh melalui usaha kecil-kecilannya yaitu melatih beberapa anak didiknya dalam beladiri maupun dari hasil membuat Tatto yang sudah digelutinya 3 tahun terkhir. Biaya yang pas-pasan membuat petarung muda ini semakin termotivasi dalam meraih impiannya.

”Semoga Fighter muda ini dapat meraih mimpinya dan akan merubah nasibnya, terlihat dari dukungan dan aksi gerakan yang dilakukan oleh teman-teman Brando yang peduli melalui (hashtag) #TemanBrando maupun #KamiBrando di media sosial, banyak tokoh-tokoh karo maupun masyarakat yang tergerak hatinya dan sudah peduli dengan menyumbangkan materi untuk bekal brando bertanding di jakarta, dan aksi PATUNGAN ini sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan makan dan latihan di jakarta sebelum bertanding,” ungkap Andy Elkana Ginting

Andy Ginting yang giat mendampingi Brando menambahkan, sudah menggalang dana 2 minggu sebelum BRANDO MAMANA berangkat untuk bertanding di jakarta, semua dana yang dikumpulkan diserahkan langsung dan sebagian di transfer melalui rekening Brando.

Tokoh muda Karo ini juga berharap, semoga aksi patungan ini tetap berjalan mengingat masih ada satu pertandingan lagi pada bulan Mei 2017 yaitu pertandingan FINAL untuk memperebutkan sabuk juara.

” Mari kita dukung Brando mamana P Simanjerang untuk meraih mimpi dan karirnya sekaligus memperkenalkan kepada seluruh dunia bahwa Tanah karo memiliki banyak petarung-petarung yang handal meskipun adat budaya masih sangat kental di masyarakat. Sedikit sumbangsih kita sangat bermanfaat sekali buat Fighter Muda ini, kalau bukan kita yang mendukungnya siapa lagi,” pungkas Andy Elkana Ginting. (karodaily/medantoday.com)
Silahkan KLIK LIKE :





Tidak ada komentar