Header Ads

Mendagri Cari Pendukung Ahok yang Sebut Rezim Jokowi Lebih Parah dari SBY




Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih terus menyuarakan aspirasinya. Bahkan salah satunya, Veronica Koman Liau (VKL), menyebut rezim Jokowi lebih parah daripada rezim Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat berorasi di depan Rutan Cipinang Selasa (9/5) itu, dia menyebut pemerintahan Jokowi tunduk kepada tekanan massa.

Ratusan orang yang saat itu ikut berdemo untuk menuntut pembebasan Ahok mengiyakan pernyataan pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tersebut.

Menyikapi orasi VKL, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo marah. Politikus PDIP itu bahkan mengancam akan memperkarakan Veronica.

”Saya segera akan kirim surat kepada dia. Dalam waktu satu minggu harus mengklarifikasi apa maksud pernyataan terbukanya,” kata Tjahjo kemarin (11/5).

Jika dalam waktu satu minggu Veronica tidak menyampaikan klarifikasi dan menyatakan permintaan maaf, Tjahjo mengancam akan memperkarakannya. ”Saya sebagai pembantu presiden dan Mendagri akan melaporkan ke polisi,” tegasnya.

Bukankah orasi seperti itu biasa dalam unjuk rasa? Tjahjo menilai pernyataan Veronica tidak etis. Melayangkan kritik untuk pendidikan politik bagi masyarakat memang diperbolehkan.

Namun, mengaitkan satu rezim dengan rezim lain dengan nuansa negatif dia anggap tidak patut.

”Saya bagian dari rezim pemerintah Jokowi yang dituduh kan boleh meminta klarifikasi. Kebebasan kan harus bertanggung jawab,” tuturnya.

Hingga tadi malam, Veronica belum mau memberikan tanggapan atas ultimatum dari pemerintah.

”Nanti ya, saya belum mau sikapin,” ujar aktivis gerakan Papua Itu Kita tersebut. (idr/lum/syn/c11/ang)
Silahkan KLIK LIKE :





Tidak ada komentar