Header Ads

Panglima TNI Membela Umat Islam, Setara Institute : Sangat Disayangkan karena Merendahkan TNI




Pernyataan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang menyebut upaya makar yang dilakukan saat Aksi Bela Islam hoax atau informasi sesat memancing komentar negatif dari Setara Institute yang menganggap pernyataan Gatot sudah offside.

“Pernyataan Panglima seperti itu sangat disayangkan karena justru merendahkan integritas institusi TNI sendiri,” kata Ketua Setara Institute, Hendardi, dalam siaran persnya, Jumat (5/5/2017).

Dia menegaskan, seharusnya TNI sebagai elemen institusi negara memberi dukungan kepada institusi penegak hukum, dalam hal ini Polri, yang sedang melakukan penyidikan dugaan kasus makar.

Pada batas-batas tertentu, Hendardi memandang pernyataan Gatot dapat dikategorikan sebagai obstruction of justice atau menghalangi proses hukum. Apalagi, Gatot adalah tokoh yang berpengaruh.

“Artinya, pernyataan Panglima TNI dapat mengganggu proses penyidikan. Betapapun pernyataan itu tidak ditujukan mengganggu penyidikan, sebuah pernyataan terbuka jelas menimbulkan dampak di tengah masyarakat,” katanya.

Setara Institute menilai pernyataan Panglima TNI lebih menyerupai pernyataan politikus sekaligus menggambarkan persoalan di dalam tubuh TNI. Karena itu, Presiden Joko Widodo perlu bersikap.

“Presiden Jokowi sudah semestinya mengingatkan Panglima TNI untuk tidak offside dalam berkomentar karena dapat mengganggu stabilitas keamanan,” demikian pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) ini.

(ald/rmol/pojoksatu)


3 komentar:

  1. Ternyata anda lbh bodoh dr anak SLB,

    BalasHapus
  2. Itu krn Panglima TNI bkn orang munafik..Berbicara jujur dan benar jauh lebih baik, dari pd menjadi org2 munafik. Atau otak anda yg sdh offside

    BalasHapus
  3. Karena Panglima TNI hanya berbicara tentang hal yg benar. Bukan seperti anda yg munafik. Atau mungkin otak anda yg sdh offside

    BalasHapus