Header Ads

Tarutung Berubah Jadi Lautan Api! 100 Kios, 128 Balairung, 320 Undungundung Terbakar




Suasana dingin, hening, yang setiap malam terasa di Tarutung berubah jadi malam yang panas membara, penuh kepanikan, banjir air mata, pada Kamis (18/5) sekira pukul 22.30 WIB.

Ratusan kios, balairung dan undungundung (pondok) di Pasar Tradisional Tarutung ludes dilalap sijago merah. Amatan New Tapanuli (MetroSiantar.com grup), kios-kios itu begitu cepat tersapu amukan api yang berasal dari kios sepatu di dalam pasar.

Ratusan pedagang yang menerima informasi tersebut seketika menyemut di lokasi berusaha menyelamatkan barang-barang dari dalam kios. Namun kobaran api begitu ganas hingga mereka tak sempat menyelamatkan barang dagangan masing-masing .Tak lama, empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Tapanuli Utara (Taput) langsung turun ke lokasi. Namun petugas damkar tidak mampu memadamkan api karena titik api berasal dari dalam pasar dan jalan ke lokasi tersebut sulit dijangkau.

Bahkan, mobil damkar dari Kabupaten Tobasa dan Humbahas turut membantu memdamkan api. Dan, akhirnya, api berhasil dipadamkan pada Jumat (19/5) pukul 04.00 WIB.Sekira pukul 07.00 WIB pagi, para pedagang kembali mendatangi lokasi kebakaran untuk mengambil puing-puing yang tersisa yang masih bisa digunakan sembari membersihkan lokasi tersebut.

Salah seorang pemilik kios, Bernad Siagian mengatakan, seluruh barang dagangannya ludes terbakar, tak ada satupun yang tersisa.

“Kami sudah sempat meminta alat berat untuk datang membantu sebelum kobaran api membesar, namun tak kunjung datang. Dan, pada tahun 2006, kami juga sudah pernah meminta kepada Pemkab memberikan Hydrant (terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran) untuk ditempatkan di lokasi pasar untuk berjaga-jaga. Akan tetapi hingga kini belum terealisasi,” kesalnya.dia juga menyesalkan karena penjaga pasar sama sekali tidak ada. Gembok pasar pun tidak ada dan pasar tidak pernah terkunci.

“Pasar Tarutung rawan tempat bermain anak remaja yang ngelem setiap malam. Kalau kita mengingatkan remaja tersebut, malah mereka melawan kita. Pemerintah perlu mengawasi dengan serius terkait pasar ini,” sambung Bernad sembari memngaku bahwa kerugiannya mencapai Rp200 juta.

Hal senada dikatakan Br Sianturi, pedagang kain. Dia mengaku menderita kerugian sekitar Rp500 juta.Terpisah Kapolres Taput AKBP Dudus HD SIK melalui Kasubag Humas Polres Aiptu Walpon Baringbing ketika dikomfirmasi menerangkan, api diduga berasal dari pemilik kios penjual sepatu dari dalam Pasar Tarutung.

“Kita dari pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan dari TKP kios sepatu. Untuk memastikan titik api, kita sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan tim labfor sudah menuju Taput,” ujarnya.

Terkait kebakaran tersebut, pihaknya belum bisa memastikan sebelum tim labfor turun ke lokasi.”Kita bersabar dulu menunggu hasilnya,” jelasnya.

Sementara Kepala UPT Pasar Tarutung Jujur Tobing mengatakan, akibat kebakaran tersebut sebanyak 100 kios, 128 balairung dan 320 undungundung di Pasar Tradisional Tarutung ludes terbakar.Sejak kobaran api membakar seisi pasar hingga pasar tersebut tinggal puing-puing, para pedagang tampak mennagis menatap dagangannya yang sudah menjadi abu.

Sembari menyusuri kios demi kios, air mata tampak terus mengalir. Antara mereka terlihat saling memberi semangat satu sama lain.Sebagian lagi terlihat hanya mampu duduk termangu menatap puing-puing dengan mata yang lembab sembari sesekali menggeleng-gelengkan kepala seakan tak percaya akan apa yang menimpa. (as/ara)


Tidak ada komentar