Langsung ke konten utama

Kalung Jatuh ke Dalam Bra, Jambret Nyaris Tewas



Hermansyah (30) nyaris tewas diamuk massa setelah tepergok merampas kalung emas milik pedagang, Desi Wati (40). Pelaku pun diserahkan ke polisi dengan kondisi babak belur.

Peristiwa itu terjadi saat pelaku bersama rekannya RD yang kini menjadi buronan mengintai korban sedang menjaga warungnya di Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Senin (19/6). Mereka lalu berpura-pura bertamu dan duduk di depan warung.

Begitu korban lengah, pelaku menarik kalung emas yang melingkar di leher korban. Saat ditarik, kalung itu putus dan justru masuk ke kutang atau bra korban. Korban teriak hingga membuat pelaku ketakutan dan kabur.

Teriakan korban didengar warga hingga mengejar kedua lelaki itu yang mengendarai sepeda motor. Tak lama, pelaku Hermansyah ditangkap dan rekannya kabur. Tak ayal, Hermansyah menjadi bulan-bulanan warga. Keningnya pecah dan mata bagian kanan terluka parah.

Menurut korban, pelaku tak berani lagi mengambil kalung itu di bra-nya. Mereka terlihat panik sehingga melarikan diri.

"Untung kalung itu masuk bra, jadi tidak diambilnya. Mereka merampas seketika, sampai-sampai baju saya sobek. Mereka bawa pistol," ungkap Desi, Senin (19/6).

Sementara itu, pelaku Hermansyah mengaku terpaksa menjambret lantaran butuh uang untuk membeli baju Lebaran. Dia tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) karena bekerja sebagai buruh bangunan.

"Mau Lebaran pak, tolong lepaskan saya, saya menyesal," kata pelaku menahan sakit. [gil]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…