Langsung ke konten utama

Kemaluan Terjepit di Kunci Pas Selama 17 Jam, Sudah Berwarna Ungu



Seorang pria  datang tergopoh-gopoh ke rumah sakit di kota Linhai, China pada pukul 21.30 pekan lalu.

Dia tak mengalami kecelakaan atau sakit yang membutuhkan penanganan segera. Pria berusia 37 tahun itu pergi ke rumah sakit setelah penisnya terjepit di sebuah kunci pas.

Saat diperiksa dokter, penis pria tersebut sudah berwarna ungu setelah 15 jam terjepit. Demikian dikabarkan situs berita China Youth Network.

Melihat kondisi pria itu, para dokter segera melakukan pertemuan darurat untuk mencari cara melepaskan penderitaan pria itu.

Para dokter memutuskan untuk melepaskan penis pria itu dari jepitan kunci pas maka aliran darah ke alat vital itu harus dihentikan lewat pembedahan.

Namun, untuk melakukan pembedahan dokter harus mendapatkan izin dari keluarga pria tersebut.

Dokter lalu menghubungi orangtua pria itu lewat telepon. Mereka berjanji akan datang ke rumah sakit untuk meneken surat izin pembedahan, tetapi mereka tak kunjung muncul.

Akhirnya para dokter mengubah rencana dan menghubungi pasukan pemadam kebakaran setempat yang kerap menangani masalah seperti itu.

Namun, setelah mengamati dengan seksama, pasukan pemadam kebakaran juga kebingungan mencari cara melepas kunci pas itu tanpa melukai penis korban.

Tiba-tiba, seorang dokter mengusulkan agar mereka mengubungi dokter gigi. Alasannya, dokter ini pernah mendengarkan penjelasan soal kasus semacam ini.

Setelah dipanggil, dua orang dokter gigi tiba di rumah sakit dan segera bekerja menggunakan bor gigi yang berputar sangat cepat.

Sambil mengebor kunci pas itu, air terus disiramkan agar penis pria itu tidak terbakar akibat panas yang dihasilkan proses pengeboran tersebut.

Inilah kunci pas yang jadi korban keberingasan pria.


Setelah 30 menit, para dokter gigi berhasil memotong kunci pas itu dan membebaskan penis korban. Secara total, penis pria tersebut terjepit selama 17 jam.

Sejauh ini tak diperoleh penjelasan bagaimana penis pria itu bisa terjepit dalam kunci pas itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…