Langsung ke konten utama

LEBAY! Sebut PBNU Memalukan, Relawan Jokowi Adu Domba NU dan Muhammadiyah



Koordinator Koalisi Relawan Jokowi-JK, Amirullah Hidayat dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sikap yang dikeluarkan atas nama PBNU untuk meminta Presiden Joko Widodo mengganti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi merupakan tindakan tercela dan memalukan.

Bukan hanya itu, relawan Jokowi ini juga membentuk opini sesat yang ingin membenturkan NU dan Muhammadiyah.

"Muhadjir Effendi adalah tokoh Muhammadiyah, kalau sudah terjadi kegaduhan antar Muhammadiyah dan NU, maka akan membuat kegaduan bangsa. Ini sangat merugikan bangsa dan negara sebab dua ormas besar ini juga punya pengikut yang kuat di seluruh Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, Amir meminta kepada Ketua Umum PB NU KH Aqil Siradj untuk mengambil tindakan tegas kepada orang yang mengatasnamakan PBNU. Sebab, jika ini dibiarkan bisa membuat hubungan mesra Muhammadiyah dan NU dalam mengawal bangsa rusak.

"Bisa saja tindakan ini akan dibalas oleh kader Muhammadiyah dengan meminta kepada presiden untuk mengganti semua kader NU yang menjadi menteri karena selama memimpin kementerian kinerjanya sangat buruk dan lain-lain. Nah seperti ini tidak boleh terjadi," katanya.

"Apalagi hubungan Muhammadiyah-NU sejak dilahirkan sangat harmonis. Kalau ini terjadi, maka sangat merugikan Islam sendiri," sambung Amir.

Sementara itu, kepada para kader Muhammadiyah, Amir mengimbau untuk tidak terpancing melakukan tindakan apapun terhadap pernyataan yang mengatasnamakan PBNU itu. Sebab hak dan wewenang pergantian menteri sepenuhnya ada di tangan presiden.

"Kita ketahui bahwa presiden Jokowi punya hubungan mesra dan emosional dengan Muhammadiyah, sehingga kita yakin Mendikbud akan tetap dipertahankan, apalagi kinerja Mendikbud sangat baik. Terutama pencapaian pendidikan di anak bangsa sangat berhasil," pungka wakil sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdatul Ulama (LP Ma'arif NU) Arifin Junaidi berencana mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk memberhentikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi.

Alasannya, Menteri Muhadjir disebut membuat kegaduhan baru dengan menerbitkan kebijakan Sekolah 5 Hari.

"Kami akan kirim surat ke presiden. Karena Mendikbud bikin gaduh, minta diganti," ucap Arifin di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/6). [ian]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…