Header Ads

Sejarawan Sumatera : Gajah Mada Itu Licik dan Musuh Besar Kerajaan-kerajaan Islam Nusantara




Membaca teks-teks sastra sejarah Melayu Klasik Abad 14-18. Ada empat teks Melayu Klasik dengan puluhan variasi teks nya yang menempatkan Majapahit dalam posisi konflik bahkan perang dengan kerajaan kerajaan yang ada di Sumatra, Malaysia, dan Kalimantan.

Perdana Mentri ataupun panglima perang yang paling mewakili institusi Majapahit namanya disebut sebagai Patih Gajah Mada dalam teks Hikayat Hang Tuah (HHT) dan Hikayat Raja raja Pasai (HRRP), Gajah Mada dalam teks Hikayat Banjar (HB) dan Patih Aria Gajah Mada dalam teks Sejarah Melayu (SM).

Jadi sama sekali tidak ditemukan nama yang mengada-ada dengan memisahkan nama sang patih menjadi Gaj Ahmada yang digiring ke arah tokoh muslim.

Gajah Mada muslim? Teks-teks Melayu klasik malah menyebut Gajah Mada adalah musuh besar kerajaan kerajaan Islam seperti Pasai, Melaka, Minangkabau, Palembang, Banjarmasin.

Gajah Mada juga bukan tokoh kesatria yang hebat yang berani berperang di medan pertempuran. Semua teks teks klasik Melayu menempatkan Gajah Mada sebagai tokoh yang licik, mengatur siasat untuk membunuh lawan politik dengan mengendap endap dari balik layar..

Menyiapkan pembunuh bayaran, lempar batu sembunyi tangan atau kalau kedapatan pura-pura bego tidak tahu.

Dalam teks HHT delegasi Melayu dari Melaka, utusan yang dikirim ke Majapahit selalu harus waspada pada kelicikan Gajah Mada yang diam-diam menyiapkan pembunuh bayaran.

"Ada suatu rahasia hendak manira katakan pada anak laksamana akan Patih Gajah Mada itu, kerana bicaranya pada siang dan malam ia hendak mengenai anak laksamana juga" (HHT:292, Edisi Kasim Ahmad , Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia).

Sangking kesal dan geramnya Hang Tuah, pengawal delegasi Melayu yang ke Malaka sampai berucap di dalam teks : "Jikalau luka barang seorang juga Melayu ini, negeri Majapahit pun habis kubinasakan; syahadan Patih Gajah Mada pun kubunuh" (HHT : 291)

Teks teks sastra sejarah Melayu klasik menempatkan Gajah Mada sebagai tokoh yang selalu punya muslihat jahat, kejam dan perusak.

Gajah Mada dalam teks teks sastra Melayu klasik bukan tokoh muslim, juga bukan pahlawan hebat pemersatu nusantara sebagaimana disebut dalam sejarah Indonesia yang terdistorsi manipulasi sejarah Jawa. (Ichwan Azhari)
Silahkan KLIK LIKE :





Tidak ada komentar