Header Ads

Seorang Ibu Tewas Setelah Rumah Anaknya Digrebek Polisi, Warga Ngamuk




Tragis sekali peristiwa yang dialami Linda br Hutabarat. Diduga tak tahan melihat putrinya didatangi banyak polisi, lantaran dituduh sebagai penulis togel, Linda jantungan dan tewas di tempat.

Kejadian ini bermula saat polisi datang menggerebek ke rumah putrinya Reni Pardede, Selasa (30/5/2017) kemarin. Akibat kejadian ini, warga pun marah dan mendatangi Polres Sibolga, malamnya pukul 23.00 WIB.

Puluhan warga Huta Batu III, Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara mengaku ingin mempertanyakan mengenai penggerebekan tersebut. Mereka mengatakan bahwa aksi itu merupakan bentuk solidaritas atas insiden tersebut.

Warga tidak terima, karena akibat penggerebekan, ibu yang terduga penulis togel meninggal dunia.

“Kami kemari hanya ingin mendengar penjelasan dari Polres Sibolga, kenapa seperti itu? Sehingga keluarga di rumah tersebut meninggal dunia,” kata salah seorang warga yang mendatangi Mapolres Sibolga.

Menanggapi kehadiran warga tersebut, pihak Polres Sibolga akhirnya mempersilahkan masuk warga tersebut dan bertemu dengan Kapolres Sibolga AKBP Benny R Hutajulu untuk mendengarkan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Sementara, saat New Tapanuli (grup pojoksumut) menyambangi rumah duka, Reni br Pardede, yang dituduh sebagai penulis togel membantah bahwa ia adalah seorang penulis togel. Diterangkan, malam itu, enam petugas berpakaian preman mendatangi rumahnya. Tiba-tiba mereka meminta handphone miliknya untuk memastikan tuduhan tersebut.

“Ada enam orang polisi berpakaian preman datang ingin menangkap saya. Tiba-tiba mereka meminta hp saya. Saat itu saya bilang tidak tahu dimana diletakkan. Kemudian saya suruh mereka menelepon dan ketemu. Setelah itu mereka periksa,” terangnya.

Malam itu, petugas memaksanya untuk ikut ke Mapolres. Merasa tidak bersalah, dia pun menyetujui ajakan tersebut dengan syarat, dia harus ganti baju terlebih dahulu.

Di sinilah petaka tersebut terjadi. Beberapa petugas mengikutinya hendak ganti pakaian ke kamar, sementara beberapa petugas lainnya berlari ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari kediamannya karena diketahui bahwa ibunya meninggal dunia.

“Para polisi tersebut bersikeras ingin membawa saya. Namun saya bilang ganti baju dulu dan mengambil anak saya di rumah orang tua. Tetapi, mereka mengikuti hingga ke kamar. Lalu, saat mau mengambil anak saya itulah beberapa polisi berlari ke rumah mamak. Saat itu mamak saya (Linda br Hutabarat) sudah tergeletak saya lihat menimpa anak saya yang sedang dia asuh. Di situlah mamak ku sudah meninggal,” jelasnya.

Menurutnya, kematian ibunya karena syok dengan kehadiran petugas di rumahnya, apalagi melihat Reni dibuntuti beberapa petugas.

“Syok dia mendengar suara langkah polisi yang berlari-lari mengejar saya, seperti menangkap seorang teroris. Kebetulan orangtua saya mengalami penyakit jantung,” pungkasnya.

Dia mengaku sangat kecewa dengan sikap polisi. Ditambah lagi, bukti yang dituduhkan padanya tidak ada. Karena itu, dia meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian atas kematian ibunya.

“Sangat kecewa dan tidak terima dengan sikap polisi. Sementara bukti yang dituduhkan kepada saya tidak ada. Dan, karena itu, ibu saya jadi meninggal. Saya meminta keadilan,” serunya.

Sementara, keterangan keluarga korban lainnya, dari hasil pertemuan mereka dengan pihak kepolisian malam itu, Kapolres berjanji akan datang melayat ke rumah duka. Tak hanya itu, Kapolres juga berjanji pada mereka akan memberikan sanksi kepada personelnya bila terbukti salah dalam menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Katanya, Bapak Kapolres Sibolga akan datang melayat ke rumah duka dan akan menjelaskan kepada pihak keluarga langsung. Dan, kapolres juga berjanji akan memberikan sanksi kepada personelya jika terbukti salah menjalankan prosedur,” tukasnya.

Lebih lanjut warga mengatakan bahwa mereka berjanji akan kembali mendatangi Mapolres Sibolga bila janji Kapolres diingkari.

“Jika di kemudian hari terbukti ada kesalahan dan tidak memberikan sanksi, kami 10 orang yang menjadi perwakilan akan mendatangi Polres Sibolga kembali,” pungkasnya. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari Polres Sibolga. (ts/ara/newtapanuli/jpg/nin)


Tidak ada komentar