Header Ads

Tikam Anggota TNI, Geng Motor Dihajar Ayla, 1 Tewas




Sekelompok pemuda yang tengah melakukan sahur on the road terlibat penyerangan terhadap anggota TNI Angkatan Darat di dekat patung Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibat penyerangan itu Prajurit Dua Ananda Puji Santoso, 22 tahun, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena luka tusuk di perut.

"Saat korban sedang ngopi bersama teman-temannya, ada kelompok sahur on the road menghampiri dan berteriak kasar," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi Ario Seto pada Minggu, 18 Juni 2017.

Suyudi mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 23.47, Sabtu, 17 Juni 2017. Kelompok pemuda yang menggelar sahur on the road berjumlah 15 orang. "Dua orang di antaranya mengeluarkan celurit," ujar dia.

Merasa dirinya terancam, Ananda Puji buru-buru menghindar. Namun kelompok penyerang tetap mengejar. Ananda Puji jatuh tersungkur setelah pinggang kirinya kena tusuk. Dua teman Ananda datang menolong. Mereka membawa prajurit TNI itu ke rumah sakit. Sedangkan kelompok penyerang kabur dari tempat itu.

Teman-teman Ananda yang diduga juga anggota TNI AD malam itu berbondong-bondong datang ke rumah sakit. Mereka juga mendatangi Polsek Gambir untuk meminta informasi. Selanjutnya, mereka berkeliling mencari kelompok yang menyerang Ananda itu.

Berdasarkan keterangan saksi, kelompok sahur on the road itu kabur ke kawasan Jalan H. Jiung, tak jauh dari kawasan Patung Ondel-Ondel. Di sana, mereka berbuat onar dengan menyerang anak-anak dan penduduk setempat.

Mendadak ada sebuah mobil Daihatsu Alya warna putih berputar arah melawan arus dan menabrak kelompok sahur on ther road. Mobil itu menggilas beberapa orang hingga satu tewas. Korban meninggal diketahui bernama Andrian Dwi Nanda, 18 tahun. Sedangkan korban bernama Abdul Qosim, 32 tahun, kritis karena luka di sekujur tubuh dan kepala.

Pengemudi mobil Alya itu sempat keluar dari mobil dan menembakkan senjata api ke udara. Dia kemudian kabur ke arah Ancol. Diduga insiden ini berkaitan dengan penyerangan terhadap Ananda Puji.

Polisi belum mengetahui identitas pengemudi itu maupun kelompok sahur on the road. Saat ini polisi meminta keterangan dari lima anggota TNI terkait dengan kasus ini. (tempo)


Tidak ada komentar