Langsung ke konten utama

Ade Armando : Fadli Zon Memang Memalukan, Diktator Sebenarnya Itu Bossmu!


Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon bahwa Jokowi belajar menjadi diktator, mendapat balasan pedas dari dosen UI, Ade Armando. Ade menyebut, bos Fadli Zon, Prabowo Subianto adalah diktator sesungguhnya.

“Fadli Zon, yang jelas-jelas diktator itu adalah bossmu, Prabowo,” tulis Ade Armando di Facebook pribadinya, Jumat (21/7/2017).

Ade Armando mengkritik sikap Fadli Zon yang kerap nyinyir kepada Presiden Jokowi. Ade membandingkan kepemimpinan Jokowi dengan Prabowo Subianto yang pernah menjabat Danjen Kopassus di masa pemerintahan Soehato.

“Fadli Zon ini memang memalukan. Dia sekarang bilang, Jokowi calon diktator. Padahal yang terkenal sebagai pemimpin yang bertangan besi dan menghalalkan segala cara adalah Prabowo,” imbuh Ade.

Menurut Ade, Prabowo tercatat dalam sejarah sebagai jenderal yang dipecat karena kasus penculikan dan penyiksaan aktivis. Sekarang Fadli Zon, kata Ade, menjadi pelayan sang jenderal.



“Fadli, yang hendak dibubarkan pemerintah Jokowi adalah organisasi semacam HTI yang jelas-jelas anti Pancasila. Jangan suka mengarang bebaslah,” tandas Ade Armando.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon menilai, pemerintah memulai kediktatoran gaya baru dengan menernitkan Perppu Ormas. Ia menilai, Perppu Ormas cacat prosedural dan substansi.

“Saya termasuk yang akan menganjurkan mudah-mudahan akan menjadi sikap resmi (Gerindra) untuk menolak. Ini kediktatoran gaya baru, karena ormas manifestasi kebebasan berserikat yang dijamin UU,” ucap Fadli dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2017.

(pojoksatu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…