Langsung ke konten utama

Akhirnya Mengaku, Nenek Cabul Ceritakan Semua Rahasia saat Selingkuh dengan Bocah SD


Penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polresta Palembang akhirnya menetapkan nenek Nj, 61, sebagai tersangka, Kamis (20/7).

Kepada penyidik, Nj mengakui telah mencabuli Ar, 13, siswa kelas V SD.

“Dingin nian tidur semalam di sini. Aku dijemput jam 10 malam, waktu sedang tidur di rumah,” ungkap Nj seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini.

Setelah itu, tanpa tedeng aling-aling lagi, sang nenek membenarkan semua laporan korban ke polisi.

“Iya, semua yang diomongi dia (Ar) benar,” cetusnya.

Masih mengenakan baju tidur, kerudung putih dan mulut ditutupi masker, nenek Nj tak tampak menyesali perbuatannya. Terlihat sesekali dia gantian menaikkan kaki kiri dan kanannya ke kursi.

Meski telah mengaku, tapi dia mengelak kalau itu perbuatan cabul. Kata Nj, yang dilakukannya bersama Ar atas dasar suka sama suka. “Aku tidak memaksa. Dia sudah lihat yang seperti itu,” katanya.

Meski usianya sudah lanjut, tapi nafsunya tetap normal. Apalagi, usai pulang sekolah, Ar sering memeluk Nj dari belakang.

"Dia sering gesek-gesekkan anunya ke badan aku. Dia juga sering cium aku dari belakang. Siapa yang tidak nafsu jadinya kalau sudah seperti itu," bebernya.

Usai melakukan itu, Nj mengaku selalu memberi Ar uang. Besarannya Rp15-20 ribu.

"Itu untuk uang sehari-hari dia,” tambahnya.

Warga Jl Gotong Royong, Demang Lebar Daun itu mengaku kalau Ar juga pernah minta dibelikan handphone (Hp) dan tab. Juga sering minta uang kisaran Rp50-100 ribu.

Untuk memberi Ar uang, Nj mengaku sampai harus meminjam uang di koperasi. "Sampai sekarang aku masih ada utang Rp2,8 juta di koperasi. Kalau tidak dituruti beli Hp, tab, dia sering ngambek dan tidak mau ke rumah aku," bebernya.

Hubungan terlarang dengan Ar diakui Nj tanpa sepengetahuan suaminya. Kadang, saat suaminya di depan rumah, dia dan Ar “main” di belakang. Lebih sering dilakukan saat sang suami tidak di rumah. Nj juga mengaku kalau dia sering mengancam dan memarahi Ar dengan kata-kata kasar.

"Aku marah dan menakut-nakuti dia supaya mau pulang ke rumah aku," tambahnya.(chy/ce2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…