Header Ads

DUAR! Indonesia Ubah Nama Laut China Selatan, Material Roket China Jatuh dan Meledak di Sumbar




Keputusan pemerintah Indonesia yang akan mengubah penyebutan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara, memicu kritik dari Tiongkok. Diwakili oleh Kementerian Luar Negeri, Beijing menyebut bahwa tindakan Indonesia dinilai tidak masuk akal.

"Langkah pergantian nama itu tidak masuk akal dan tidak selaras dengan upaya standardisasi mengenai penyebutan wilayah internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang dalam sebuah konferensi pers. Demikian seperti yang diwartakan oleh CNN, Minggu (16/7/2017).

"Kami berharap agar negara relevan di kawasan mampu berkolaborasi dengan China untuk tujuan bersama serta situasi di kawasan Laut China Selatan," ucap Geng Shuang.

Sebelumnya, pada Jumat, 14 Juli 2017, Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menyebut bahwa pemerintah Indonesia secara resmi akan mengubah penyebutan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara.

"Di utara Natuna, kita berikan nama baru sesuai praktik yang sudah ada, yaitu Laut Natuna Utara," ujar Arif Havas dalam konferensi pers.



Sementara itu, beberapa hari setelah kritikan dari Beijing dilontarkan, sebuah benda jatuh dari langit menimpa jalan hingga berlubang. Benda tersebut jatuh di Jalan Pasar Sungai Batang, Kabupaten Agam, Selasa kemarin sekitar pukul 09.30 WIB.

"Benda dari langit berbentuk besi bulat kosong dengan lingkar 110 sentimeter dan berat 7,4 kilogram itu mengakibatkan jalan dalam keadaan berubang atau rusak," ujar saksi mata.

Menurut keterangan saksi, kata Reza, lokasi jatuhnya benda tersebut panas dan mengeluarkan asap. Benda itu dibawa ke Mapolres Tanjung Raya untuk dilakukan penyelidikan.

Kemudian, tim dari Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfir Kabupaten Agam (LAPAN) mendatangi Polsek Tanjung Raya pada pukul 16.00 WIB untuk mengecek benda tersebut. Ahli LAPAN menjelaskan benda itu kemungkinan material dari roket Cina yang jatuh di beberapa wilayah di Indonesia.

Apakah ada hubungan antara penggantian nama Laut China Selatan dengan jatuhnya material roket China, masih perlu investigasi lebih dalam. Tapi jika ternyata benar, alangkah terancamnya Indonesia. Ada ratusan ribu material roket China yang siap jatuh menimpa rakyat Indonesia. Yang bisa saja dengan mudah dikontrol oleh si empunya roket. (bbs)
Silahkan KLIK LIKE :





Tidak ada komentar