Header Ads

Innalillahi... Heli Basarnas Tabrak Tebing saat Akan Tangani Letusan Kawah Sileri, Semua Meninggal...




Semua penumpang heli milik Basarnas yang jatuh di Bukit Gunung Butak Desa Canggal Bulu, Kecamatan Candiroto, Temanggung (Minggu, 2/7) meninggal dunia.

Heli yang bertolak dari Gringsing, Batang rencananya akan menuju Dieng, Wonosobo untuk melakukan penangaan pasca letusan Kawah Sileri.

“8 crew dan petugas SAR yang berada di helikopter Basarnas meninggal dunia setelah heli jatuh menabrak tebing Bukit Butak di Temanggung,” jelas Jubir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho‏, lewat akun Twitternya, @Sutopo_BNPB, Senin (3/7/2017).

Kedelapan korban tersebut masing-masing empat kru dan empat tim Basarnas.

Tim Basarnas adalah Muhamad Afandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, dan Catur. Sedangkan kru heli yaitu Kapt Laut (P) Haryanto, Kapt Laut (P) Li Solihin, Serka MPU Hari Marsono, dan Peltu LPU Budi Santoso.

Petaka di Kawah Sileri Dieng

Muainah, 44, perempuan asal Pekalongan, menikmati libur Lebaran bersama keluarga besarnya di kawasan kawah Sileri, pegunungan Dieng, pada Minggu (2/7) pukul 11.54.

Dia tak menyangka luburannya bakal menjadi petaka. Ketika tengah menikmati dinginnya udara kawasan Batur, pegunungan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, semburan lahar dingin dari kawah Sileri membuyarkan keceriaannya.

“Allahu Akbar…!”

“Allahu Akbar…!”

Teriakan itu terdengar dari semua sisi. Ratusan pengunjung objek wisata kawah Sileri, di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, pun lari tunggang langgang.

Mereka menyemburat. Menjauh dari semburan yang mencapai ketinggian 150 meter. Lari ke sana-kemari, menyelamatkan diri. Tangisan anak-anak dan ibu-ibu, pecah.

Sebagian terjatuh saat lari dan mengalami sesak napas. Sebagian lainnya, terkena semburan lahar dingin, tapi tidak mengalami luka.

Tak sedikit yang menangis kebingungan, mencari keluarganya yang tercerai berai.

Asap putih dari kawah Sileri, yang membumbung tinggi, membuat ratusan orang semakin panik. Sebagian besar pengunjung pilih meninggalkan lokasi kejadian.

Semburan kawah Sileri menyebabkan sedikitnya 20 wisatawan terkena dampak semburan. Mereka berada di dekat lokasi letusan.

Dua orang menderita luka sedang, 10 wisatawan lainnya luka ringan, dan 8 orang mengalami shock akibat ledakan.

Semua korban mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Batur. Semua korban juga sudah diperbolehkan pulang pada pukul 14.20.

Sedangkan dua korban dengan luka sedang, dirujuk ke RSUD Pekalongan untuk penanganan lebih lanjut.

Koordinator Lapangan Evakuasi Korban Letusan Kawah Siileri Basarnas Banjarnegara, Suripto, mengungkap, wisatawan yang menjadi korban, bukan karena terkena semburan lumpur dingin.

Menurut Suripto, korban mengalami luka karena panik saat melihat letusan, kemudian jatuh ketika berlari untuk menyelamatkan diri.

“Bukan material yang menyebabkan luka-luka. Itu karena takut lari, terus jatuh. Ada sih yang terkena lumpur, tapi bukan lumpur langsung. Artinya, sudah tidak terlalu panas,” katanya di sela pemantauan.

Akibat musibah ini, akses menuju lokasi—termasuk ke D’Qiano Water Park– terpaksa ditutup bagi wisatawan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Adapun jarak antisipasi aman bagi warga desa yang terpaksa beraktivitas adalah 100 meter. (jp)


Tidak ada komentar