Header Ads

Istri Sering Diajak Pria Lain, Trus... Ada Adegan Jilatan Maut yang Bikin Keluar Berkali-kali




AF (37) tak pernah menyangka istrinya, SI (37) mengkhianati cintanya.

SI terbukti menjalin hubungan terlarang dengan MG (54).

Warga Jalan Gunung Menyapa, Tenggarong, Kalimantan Timur itu mengatakan, istrinya berselingkuh karena sering bertemu MG.

Maklum, SI dan MG memang sama-sama bekerja di sebuah sekolah ternama di Tenggarong.

SI merupakan bendara di sekolah itu. Sedangkan MG adalah wakil kepala sekolah.

Kasus perselingkuhan itu terbongkar setelah AF curiga melihat istrinya berubah.

SI terlihat mengumbar senyum sambil memandangi HP ketika memasak nasi.

“Istri saya tampak ketakutan, lalu ponselnya segera disembuyikan. Seketika itu langsung saya rampas.Ternyata dalam pesan SMS dan WhatsApp dari MG terdapat kata mesra. Dia bilang sayang betulan, lho, sama istri saya,” ucap AF sebagaimana dilansir Prokal, Rabu (5/7).

AF mengaku melihat foto tak layak antara istrinya dengan MG.

“Bukti mendukung. Saya mendapatkan foto istri saya dengan MG yang menempelkan pipi sama pipi dalam gudang barang sekolah hanya berdua lagi. Security sekolah juga sering melihat mereka berdua dalam gudang tersebut,” ujar AF.

Dia menambahkan, selain sering bertemu, MG juga kerap merayu SI dengan modus seperti anak sendiri.

“Awalnya istri saya dianggap seperti anaknya sendiri. Namun kalau anggap anak minimal lapor ke suaminya dulu. malah ujung-ujung malah sayang-sayangan,” jelas AF.

Awalnya, AF tak memercayai berbagai kabar miring tentang istrinya.

Namun, keyakinannya kian lama makin goyah.

“Saya mulai penasaran menyelidiki saat melihat chat di grup WA ponsel istri saya karena terdapat foto MG dan istri saya yang duduk di kursi taman. Juga foto saat MG mendatangi meja istri saya. Foto tersebut disebar di grup WA, namun saat saya tanya istri saya selalu menganggap itu hal biasa,” imbuh AF.

Terpisah, Kasi Pembinaan Pegawai BKD Kukar Lenny mengaku sudah menerima aduan berlatarbelakang asmara tersebut.

“Kasus tersebut kami serahkan ke provinsi, dari sanksi hingga pembinaanya, karena yang menyangkut PNS dari SMA sekarang ditangani BKD Provinsi,” ujarnya. (adw/tom)


Tidak ada komentar