Langsung ke konten utama

Ketakutan, Ini yang Dilakukan Penghina Agama dari Medan


Anthony Ricardo Hutapea alias Anton alias Antoni (62) terdakwa penistaan agama mengakui sudah melakukan penghinaan terhadap Umat Islam melalui postingan komentar di akun facebook pribadinya.

‎Hal tersebut disampaikan rekan terdakwa Rudi Bernhard Aritonang. Setelah memosting penghinaan itu di facebook, Antoni sempat bercerita kepada Rudi.

"Gawat aku. Sebentar lagi dimatikan dan dikuliti aku ini. Aku menghina Islam," ucap Rudi dalam keterangannya di Berkas Acara Perkara (BAP) yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sindu Utomo di Pengadilan Negeri Medan, Senin 17 Juli 2017.

Sayangnya, dalam sidang ke-6 ini, JPU tak mampu menghadirkan Rudi sebagai saksi dengan alasan ada urusan kerjaan. Dengan itu, JPU membacakan keterangan Rudi saat diperiksa di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

‎Dalam keterangannya, Rudi menyebutkan seorang putri dari terdakwa menyarankan Anthony untuk membuang handponenya biar ada alasan bahwa handpone terdakwa hilang dan dihecker oleh orang lain.

Tapi, terdakwa tidak mau membuang handponenya. Melainkan menitipkan smart phonenya kepada saksi dan membuat laporan kehilangan ke kantor polisi setempat.‎

"Selanjutnya timbul ide terdakwa untuk melaporkan handphone itu hilang ke Polsek Medan Baru," ujar saksi dalam keterangannya.

Tidak itu saja, terdakwa selanjutnya mengajak temannya itu ke warung internet untuk mengkonsep ucapan permintaan maaf melalui akun facebooknya kembali atas cuitannya di media sosial itu.

"Karena penglihatan terdakwa kurang jelas, saya diminta mengetik permohonan maaf itu," beber saksi lagi.

Kemudian, ‎permohonan maaf tersebut diposting media facebook dengan mensertakan bahwa akun facebook terdakwa dalam keadaan dihecker dan penghinaan itu, buka Anthony yang melakukan melainkan orang yang menghecker facebooknya.‎

"Akun facebook yang sebelumnya disebut dihack itu yang dipakai untuk menyampaikan permohonan maaf," ucap Sindu.

Setelah mendengarkan keterangan saksi yang dibacakan oleh JPU. Majelis Hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik menunda sidang hingga Kamis 20 Juli 2017, dengan agenda keterangan saksi yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum terdakwa. (art/drc)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…