Langsung ke konten utama

Lama Tak Nongol di TV, Ternyata Pretty Asmara Alih Profesi Jadi Bandar Narkoba


Pretty Asmara, artis yang dikenal bertubuh "super" itu, diduga menjadi pemasok narkotika jenis sabu-sabu (SS), ekstasi, dan happy5 kepada beberapa artis.

Wajah Pretty tampak tertunduk lemas di Mapolda Metro Jaya, kemarin. Tidak banyak kalimat yang keluar dari dirinya. "Saya dijebak Alvin. Alvin menjebak saya," kata dengan suara parau dan putus-putus.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombespol Nico Afinta mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengejar pemasok narkotika kepada Pretty.

"Pretty mengaku mendapat narkotika dari Alvin. Kami masih dalami dan kejar," terang Nico di main hall, Mapolda Metro Jaya, kemarin. Hingga kemarin, puluhan anggota telah disebar di banyak titik.

Nico mengklaim, pihaknya telah mendapat informasi keberadaan Alvin. Sayang, mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya itu enggan menyebutkan lokasi tersebut lebih detail.

Dia khawatir jika Alvin bakal kabur lebih jauh. "Kami sebar anggota di seluruh Jabodetabek dan luar," tambahnya.

Polisi tidak hanya menciduk Pretty di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari (16/7).

Ada 8 teman Pretty yang lain. Total ada 9 orang. Namun, polisi menetapkan 7 orang sebagai pengguna. Lalu, dua orang sebagai pemasok.

"Yang pemasok, ada si Pretty dan Hamdani Vigakusumah. Nah, yang 7 orang teman Pretty itu bilang kalau mereka mendapat narkotika dari Pretty dan Hamdani," ujar Nico.

Jawa Pos mendapat identitas ketujuh teman Pretty, dan sekaligus menjadi pelanggan narkotika tersebut. Mereka yakni, Susi Susanti (pemain film), Emilia Yusuf (pedangdut), Erlin Susanti (pedangdut), Melly Abtiniangsih (pedangdut), Asri Handayani (pedangdut), Gladyssra Lestira (model), dan Daniar Widiana (penyanyi pop).

Dia membeberkan kronologi penangkapan Pretty. Kali pertama, polisi menciduk Prety dan Hamdani di lobi hotel. Saat ditangkap, keduanya tidak melakukan kegiatan, sambung Nico.

Lalu, keduanya diminta menunjukkan lokasi yang dijadikan sebagai pesta narkotika. Ada dua lokasi yang berbeda.

Pertama, di kamar 2138. Kemudian, kedua, ada di ruang karaoke hotel di Room Paris Center Stage KTV.

"Di kamar 2138, kami menemukan SS dengan berat brutto 0,92 gram. Lantas, jika di ruang karaoke, ditemukan SS dengan berat 1,12 gram, ekstasi 23 butir, dan 48 butir Happy Five," papar Nico.

Polisi telah mengkonfrontir Pretty dan Hamdani. Nico menyebutkan, Pretty dan Hamdany mendapat keuntungan hingga Rp 25 juta dari penjualan narkotika tersebut.

"Pretty mengakunya sudah dua tahun berjualan SS, ekstasi, hingga happy5," jelas Nico.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menuturkan, pihaknya bakal mengasasmen 7 teman dari Pretty. Pihaknya telah mengetes urin dari ketujuhnya. "Hasil tes urinnya positif," ujar Argo.

Pretty dan Hamdayani terancam mendekam di penjara hingga 20 tahun. Polisi menjerat keduanya dengan pasal 114 subsider 112 UU Narkotika Juncto UU Psikotropika. (Sam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…