Langsung ke konten utama

MANTAP KRINA! Bere Ginting Juara Lomba Nyanyi di Italia


Kerja keras Erwin Gutawa dan Gita Gutawa menjalankan proyek musik anak-anak lewat Di Atas Rata-rata (DARR) membuahkan hasil mengagumkan.

Selain menang di Anugerah Musik Indonesia, anak didiknya di DARR juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Adalah Lyodra Margaretha Ginting yang sukses mempersembahkannya.

Lyodra baru saja menang dalam ajang bernyanyi, Sanremo Junior Festival di Itali pada 6 Mei 2017 lalu. Remaja berusia 13 tahun ini sekaligus mendapat penghargaan istimewa dengan gelar Prix of Sanremo Junior Committee.

Dalam kompetisi internasional khusus penyanyi solo berusia 6-15 tahun itu, Lyodra sukses menyingkirkan 22 peserta dari 18 negara lain.

Pada malam final dia memukau juri dengan menyanyikan lagu Dear Dream ciptaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, dengan lirik bahasa Inggris gubahan Ria Leimena.

“Waktu tampil deg degan, sempat lupa lirik. Tapi akhirnya bisa menang,” kata Lyodra saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).

Remaja asal Medan itu mengaku memang telah menyukai dunia tarik suara sejak kecil. Banyak musisi yang diidolainya, salah satunya yakni Gita Gutawa. Lyodra pun sangat bangga ketika bisa bergabung dalam proyek DARR.

“Senang banget bisa dibantu sama Kak Gita dan Om Erwin Gutawa,” ucapnya.

Setelah prestasi tersebut, Lyodra kini fokus meniti karier bermusik secara profesional. Dia terlibat dalam album terbaru yang dikeluarkan Erwin dan Gita Gutawa.

Album berjudul Musik Anak Di Atas Rata-rata terdiri dari 11 lagu. Single pertama yang diperkenalkan yakni berjudul Never Grow Up. Lagu dua bahasa itu dinyanyikan langsung oleh Lyodra dari DARR angkatan 1.

“Lagu ini sengaja dipilih pertama karena punya tempo upbeat kekinian dan liriknya fun, bertujuan menunjukkan keseruan masa kecil,” ungkap Erwin Gutawa.

Selain lagu Never Grow Up, album Musik Anak Di Atas Rata-rata juga diisi beberapa lagu baru. Yakni, Rafi Sudirman dengan lagu Aku Suka Hari Ini, Duo OlivOla dengan lagu Selamat Ulang Tahun, Shaquilla dengan lagu Abrakadabra, lagu Jangan Remehkan dari DARR 1, lagu Walangkekek dari Woro, lagu Bersama dari DARR 2, dan lainnya.
(ded/JPC/sdf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…