Langsung ke konten utama

Pamor Pemerintah Makin Anjlok, Dahlan Iskan Didekati Lagi


Dahlan Iskan memang mempunyai daya tarik tersendiri. Sayangnya, setelah ikut mengantarkan Jokowi menjadi presiden, Dahlan justru habis-habisan jadi korban kezaliman hukum.

Tapi magnet Dahlan Iskan belum redup. Gonjang-ganjing yang menerpa pemerintah, mulai dari kehebohan proses hukum Ahok hingga utang yang makin menumpuk, membuat pemerintah perlu booster untuk mendongkrak kepercayaan publik.

Dan... Dahlan jadi sosok tepat menjalani peran booster tersebut. Gara-garanya, meski Dahlan menyandang predikat terdakwa berkali-kali, namun dukungan dari masyarakat malah makin besar.

Kesempatan ini tentunya tidak disia-siakan pemerintah. Melalui Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, pemerintah mulai mendekati Dahlan.

Luhut menyempatkan diri melihat mobil listrik Tesla Model X yang terpakir di teras rumah Dahlan. Dia mengajukan beberapa pertanyaan tentang spesifikasi mobil tersebut.

’’Mobil listrik (di Indonesia, Red) harus didorong. Tidak ada emisinya,” katanya sambil menatap Tesla.

Padahal beberapa waktu lalu, mobil listrik karya anak bangsa SELO harus terduduk manis karena tidak lulus uji emisi.

Salah satu kreator Selo, Ricky Elson bahkan harus rela banting stir menjadi petani sambil terus mengembangkan teknologi di sudut negeri bernama Ciheras,

Meski membawa angin segar bagi kemajuan teknologi mobil listrik, kedatangan Luhut juga dibayangi tanda tanya besar. Kenapa baru sekarang? Padahal Dahlan Iskan dan team sudah sejak era SBY berjibaku memperkenalkan mobil listrik. Bahkan Dahlan sempat bertaruh nyawa saat uji coba Tuxuci.

Semoga pemerintah benar-benar tulus mendorong kemajuan teknologi masa depan ini. Bukan sekedar ingin menikmati manisnya pesona Dahlan Iskan. (op)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…