Langsung ke konten utama

500 Pasukan Taliban Bersenjata Lengkap Menuju Myanmar, "Angkat Senjata, Berjihad di Jalan Allah"

Meski usia mereka masih tergolong muda, namun semangat membantu saudaranya yang sedang dizalimi begitu menggelora. Inilah yang ditunjukkan oleh 500 pasukan Taliban bersenjata lengkap yang bergerak menuju perbatasan Myanmar.

Militan Taliban di Pakistan menyerukan warga muslim di Myanmar untuk berjihad dan melawan pemerintah yang menindas mereka.

Taliban bahkan menyatakan fasilitas pelatihan akan tersedia untuk membantu warga muslim di Myanmar berjihad. Menurut juru bicara Jamaat-ul-Ahrar, yang merupakan faksi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Ehsanullah Ehsan, kelompoknya ikut merasakan duka etnis minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa.

Otoritas Myanmar menolak untuk mengakui sekitar 1,3 juta warga Rohingya sebagai warga negaranya. Myanmar malah memberlakukan berbagai larangan bagi warga Rohingya, seperti pergerakan dan akses ke pekerjaan.

 Wilayah Rakhine yang miskin, telah menjadi saksi bisu ketegangan antara warga mayoritas Buddha dan etnis minoritas Rohingya. Banyak warga Rohingya yang terpaksa tinggal di pengungsian setelah kerusuhan maut terjadi di wilayah tersebut pada tahun 2012 lalu.

 "Saya menyerukan kepada pemuda Burma: angkat senjata dan berjihad di jalan Allah. Tidak perlu diragukan lagi, Allah bersama kita," ucap Ehsan dalam pesan audio yang dikirimkan kepada media massa.

Burma merupakan nama lama Myanmar. "Pusat pelatihan kami, sumber daya kami, pelatihan, orang-orangnya, semuanya tersedia untuk memberi kenyamanan bagi Anda," imbuhnya. Ehsan menyebut aksi protes, long march dan pengecaman hanya memberikan dampak kecil.

Menurut Ehsan, hanya satu-satunya jihad atau perang yang akan membuat pemerintah Myanmar memperhatikan Rohingya. Sekitar 4 persen dari total 51 juta penduduk Myanmar menganut agama Islam.

Separuh dari jumlah itu merupakan etnis Rohingya. Sedangkan TTP bertanggung jawab atas tewasnya ribuan orang dalam serangan melawan pemerintah Pakistan sejak tahun 2007 lalu, namun militan ini jarang menunjukkan kiprahnya terhadap isu-isu di luar wilayahnya.

Baru kali ini, Taliban di Pakistan menyerukan jihad di Myanmar. Namun dukungan dari militan asing bagi Rohingya bukan yang pertama kali. Dalam beberapa tahun terakhir, militan asing termasuk Al-Qaeda pernah melontarkan dukungan bagi Rohingya dan menyerukan jihad. (nvc/mad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri Malaysia : Wirathu Jangan Coba-coba ke Aceh, Atau Rudal Kami yang Akan Menyambut Duluan!

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat…

Tidak Dipedulikan Pemerintah, Turki dan Brunei Berebut Bocah Aceh Ini

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong mulai diincar negara luar. Tak tanggung-tanggung, Turki dan Brunei melalui menteri energinya mengaku tertarik memboyong Naufal ke nagara mereka. Hal ini mengemuka setelah tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah Indonesia meneruskan penelitian energi yang terbarukan tersebut.

"Energi yang terbarukan adalah masa depan dunia. Para penemunya adalah permata yang layak diperebutkan," ujar Menteri Energi Turki Yildiz, Senin (8/5) seperti dikutip dari AFP seraya menyayangkan pemerintah Indonesia yang tidak jeli melihat potensi rakyatnya sendiri.

Senada dengan Yildiz, Menteri Energi Brunei Darussalam Mohammad Yasmin bin Haji Umar juga mengutarakan hal yang sama.

"Efisiensi energi mutlak diberlakukan. Masa depan dunia berada di genggaman para penemu energi yang terbarukan. Kami berani membayar mahal demi hal tersebut," kataYasmin bin Haji Umar.

Biaya Penelitian Na…

Biksu Wirathu : Tak Ada yang Dapat Membendung Kami ke Aceh!

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.



Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mende…